Dana Ahmad Weblog

just sharing and storytelling


3 Komentar

PENDIDIKAN HOME SCHOOLING … ? SUDAH ADAPTIFKAH DENGAN PENDIDIKAN DI INDONESIA

        Akhir-akhir ini kita sering saksikan mulai banyak bermunculan sekolah-sekolah dengan alternatif pendekatan dan metodologi pengajaran “link & mach yang cenderung praktis dan katanya lebih efektif mengelaborasi esensi pendidikan dengan aplikasi skill peserta didik. Program pendidikan tersebut sering kita kenal dengan istilah home schooling. Diseluruh dunia terdapat kurang lebih 6 juta home schooling tersebar di berbagai negara, termasuk Indonesia. Walaupun bagi kalangan praktisi pendidikan sendiri substansi pendidikan home schooling secara simplistis inheren dengan SMP terbuka, SMA terbuka, Universitas terbuka atau yang sekarang sedang trend adalah e-learning, namun memang ada kecenderungan bahwa home schooling agak “berbeda” jika dilihat dari tingkat fleksibilitas dan metodologi pengajarannya. Fleksibilitas konsep pendidikan home schooling memang an-sich mengacu kepada kompetensi praktis hubungan antara ketertarikan/kemauan dan hoby individual (baca : siswa) dengan orientasi cita-citanya bekerja atau menguasai bidang-bidang tertentu yang menjadi harapannya dalam bekerja. Fleksibilitas tersebut juga diukur dari metode belajar-mengajar yang tidak “terbelenggu” oleh dimensi ruang dan waktu secara formal serta menjamin tingkat kompetensi terealisir dengan baik. Dengan kata lain konsepsi link & mach memang cenderung lebih efektif jika para siswa belajar dalam tataran konsep pendidikan model ini. Apalagi jika kalangan dunia industri sudah menjalin kerja sama dan membangun hubungan dengan lembaga pendidikan home schooling misalnya mengenai pola standard alternatif bagi kompetensi para lulusan (baca : dalam hal ijasah dan nilai) yang selama ini menjadi domainnya pemerintah.

 

 

        Untuk menelaah lebih jauh tentang bagaimana pendidikan home schooling ini bisa lebih progresif berkembang di Indonesia, tentu tidak terlepas dari paradigma berfikir masyarakat yang mulai cenderung kritis dan selektif dan tentu saja evaluatif terhadap hasil yang sudah dicapai oleh pendidikan formal yang dikemas dan didesain oleh pemerintah. Secara empiris barangkali salah satu faktor yang mempengaruhi mengapa terjadi pergeseran dinamika pemikiran masyarakat terhadap pola pendidikan di Indonesia adalah salah satunya dikarenakan para orang tua murid sudah begitu menyadari bahwa sudah lama pendidikan kita di “hantui “oleh tingginya kekerasan sosiologis yang selama ini terjadi dalam interaksi dunia pendidikan kita. Kasus tawuran, seks bebas dan narkoba dikalangan pelajar dengan jumlah korban jiwa yang tidak sedikit adalah salah satu faktor yang menyebabkan para orang tua terbangun landasan berfikirnya untuk melakukan terobosan mencari pendidikan alternatif yang relatif “aman” buat anak-anaknya dan rezim diktatorianisme pendidik terhadap peserta didik yang selama ini menjadi budaya dalam pola pendidikan kita juga telah membuka mata sebagian masyarakat terutama para orang tua murid untuk lebih mempertimbangkan putra-putrinya untuk sekolah di pendidikan formal. Realitas lain yang perlu dicermati mengapa pendidikan home schooling ini menjadi pilihan alternatif masyarakat adalah ketika masyarakat mulai menyadari bahwa sebenarnya pola pendidikan formal di Indonesia belum menyentuh substansi kebutuhan riel tantangan dalam era globalisasi yang harus di respon secara kualitatif oleh peserta didik dengan menyiapkan kompetensi yang relevan dan obyektif terhadap kebutuhan skill mereka ketika mereka beraktivitas (bekerja atau berwirausaha). Memang selama ini bagi sebagian kalangan praktisi pendidikan, mereka menjustifikasi bahwa kebutuhan kompetensi tersebut tetap menjadi skala prioritas yang harus terus dikembangkan dalam setiap jenjang kurikulum. Melalui kurikulum berbasis kompetensi (KBK), dan sekarang berubah lagi menjadi kurikulum berbasis pengetahuan terpadu ditambah kurikulum lokal yang terus berganti. Konsep dan desain penerapan kurikulum tersebut dilakukan dengan pendekatan pemikiran dan teori tentang kecerdasan berganda, kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional dengan asumsi bahwa mereka (baca : para pakar dan praktisi pendidikan) menganggap bahwa setiap insan haruslah perlu diakui dan dihargai modalitas belajarnya. Para praktisi pendidikan menerapkan desain konsep pendidikan dalam berbagai strata dengan berupaya mengelaborasi tingkat intelektualitas ide dan gagasan akademiknya dengan pendekatan teoritical education an sich. Kecenderungan teoritical yang intens tersebutlah yang pada akhirnya menimbulkan problematik teoritis dalam dunia pendidikan kita. Implikasinya bisa kita lihat dari terlalu seringnya kurikulum berganti tanpa visi baik content maupun format penerapannya di lapangan. Akibatnya pula bukan cuma para guru yang kesulitan mengintepretasikan dan mengimplementasikan program kurikulum yang dibuat pemerintah, para siswa pun akhirnya “terbelenggu”untuk menerima konsep dan program pendidikan tersebut tanpa reserve. Kasus kontroversi output penerapan standard kelulusan untuk siswa yang baru-baru ini terjadi semakin menjadi salah satu pemicu kuat bagaimana persoalan standard dalam dunia pendidikan juga menjadi salah satu faktor penting mengapa masyarakat mulai beralih untuk lebih jauh melihat standard bukan secara lokal namun sudah jauh ke standard yang lebih bersifat mondial misalnya standard Amerika sampai standard ketaraf Internasional semisal lembaga pendidikan yang menerapkan sistem ISO dalam program pendidikannya. Dan salah satu aspek yang diangkat oleh program pendidikan home schooling ini adalah standard kompetensi internasional tersebut. Maka terjawab sudah bagaimana seharusnya stakeholders (pihak yang terlibat dan berkepentingan dalam dunia pendikan) termasuk dalam konteks ini juga pihak perusahaan dan instansi yang menampung dan mengakomodir kebutuhan tenaga kerja para lulusan untuk concern menyikapi maraknya pendidikan alternatif semisal home schooling ini dalam perspektif yang lebih otonom dan komprehensif, termasuk didalamnya memberikan solusi tentang otoritas standard kelulusan dan formalisasi pendidikan yang di atur secara baku dan menjadi domain pemerintah.

 

 

        Tinggal persoalannya adalah sejauhmana masyarakat lebih selektif memilih pendidikan home schooling ini, tidak semata-mata karena faktor status sosial karena memang biaya program pendidikan ini tidak sedikit (atau sekedar trend) saja. Melainkan karena memang masyarakat kita sudah memahami bagaimana konstalasi dan dinamika dunia pendidikan di era globalisasi ini yang menuntut segi otentitas dan kultur lingkungan mondial berkaitan dengan skill dan kompetensi. Kredibilitas program pendidikan home schooling ini bukan hanya diukur dari tingkat fleksibilitas dan kesan informalistik dengan nuansa yang lebih persuasif dan menyenangkan saja, dimensi belajar mengajar yang tidak terbelenggu oleh ruang dan waktu dengan model on the job method maupun off the job method, garansi dan konsepsi link & mach dengan dunia usaha dan industri dan sebagainya. Namun tingkat kredibilitas program pendidikan home schooling ini juga di dasarkan atas legitimasi yang diberikan pemerintah. Apakah pemerintah mau lebih bersikap inklusif atau eksklusif dalam menyoal eksistensi program pendidikan home schooling ini yang nota bene bisa saja mengklaim dirinya setingkat dengan strata pendidikan yang sudah baku di Indonesia. Terlepas memang setiap program pendidikan yang diterapkan di Indonesia apapun itu bentuknya tidak menjamin semua aspek kognitif dan sosial peserta didik terakomodir dengan baik. Seperti halnya program pendidikan home schooling ini yang nota bene jelas tidak menspesifikasikan diri pada aspek sosialisme interaksi dan proses transformasi budaya dan sifat komunitas, namun cenderung individualistik.

 


Tinggalkan komentar

Microsoft PopFly

sering kita melihat website seseorang yang menarik dan bagus.atau juga blog seseorang yang menarik yang mungkin ada foto slideshow, video, atau mungkin Games di blog tersebut.Anda iri,ingin membuat seperti itu ?walaupun anda tidak menguasai bahasa pemrograman dan javasript, anda bisa membuat seperti itu.anda bisa menggunakan PopFly.

Apa itu PopFly ?Popfly adalah aplikasi untuk desain web terbaru buatan Microsoft. Anda bisa meng-custom halaman website atau blog dengan games. Atau membuat slideshow dari foto-foto dari Flickr, Windows Live Spaces, atau Facebook. Serta menambahkan Podcast atau video player yang terhubung dengan Soapbox atau Youtube.

Cara kerjanya cukup simpel. Pengguna cukup “memindahkan” konten atau modul software (disebut block) pada website dengan sistem drag and drop. Kode-kode block yang ter-support adalah yang berformat JavaScript, Ajax libraries, HTML, XHTML, CSS, WMV, WMA, MP3, Visual Studio Express projects, JPG, PNG, GIF, dan EXE.

Anda Tertarik ?silahkan sign up ke situs http://www.popfly.com ( Popfly bisa digunakan secara gratis )


Tinggalkan komentar

Sekuat apa Hatimu ?

berjalan1thumbnail.jpg
Seorang Manusia dapat bertahan dari segala ejekan, makian, hinaan. Juga fitnah dan kecaman. Yang semuanya berasal dari luar dirinya. Bahkan, bila berhasil melalui itu semua, hatinya bertambah kuat. Tegar menghadapi pasang surut kehidupan.Sebaliknya, sekuat apa pun manusia bila ada jeritan dari dalam hatinya, cepat atau lambat dia akan jatuh tak berdaya. Rapuh. Penyebabnya tak lain datang dari rasa iri, cemburu, prasangka dan tak pernah puas. Semua yang berasal dari dalam dirinya.

Ujian terberat memang dari dalam, bukan dari luar.
Lalu, seberapa kuatkah Hatimu ?


Tinggalkan komentar

Aku Hanyalah Manusia

Aaku hanyalah manusia. Hanya bisa berencana, berusaha, dan berdo’a. Tapi Allah lah yang menentukan. Hidup ini punya Yang diatas. Sesungguhnya Allah itu Maha Mengetahui. dan DIA lebih tahu apa yang terbaik untukku.

AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI oleh karena itu AKU SELALU MENYUKAI APAPUN YANG AKU DAPATKAN.


Tinggalkan komentar

virus VBWorm.MVX

virus VBWorm.MVX, Virus buatan hacker lokal ini selalu menampilkan pesan pada waktu-waktu tertentu. Terutama, mengingatkan kaum muslim untuk salat.Sederet pesan VBWorm.MVX akan ditampilkan setiap waktu salat tiba. Setiap pukul 13.00 (waktu duhur), pukul 16.00 (waktu asar), pukul 18.30 (waktu magrib), pukul 20.00 (waktu isya), dan pukul 5.30 (waktu subuh). Inilah tujuan utama VBWorm.MVX, mengingatkan kaum muslim agar senantiasa menjalankan salat.

Pesan yang muncul ketika jam salat adalah ?Apakah Anda Seorang Muslim?”. Jika option ?Belum” kita tekan, tak timbul reaksi. Tapi, jika tombol ?Ya”, pesan ?Sudahkah Anda Salat?” akan muncul. Jika memilih ?Ya,” akan timbul pesan ?Semoga Allah SWT mengaruniakan Hidayah-Nya kepada Anda.” Tapi, jika kita pilih ?Belum,” komputer otomatis akan mati (shutdown).